Rabu, 14 Agustus 2013

Ryeowook Fighting !

Agustus 14, 2013 0 Comments
Dia adalah Kim Ryeowook yang kami sayangi :)
Hari ini, kami mendapat kabar bahwa ELF Korea yang ingin melihat Ryeowook kami di Sukira diusir keluar dari Lobi karena tempat mereka di rebut oleh EXOfans.
Ryeowook merasa sakit hati [ya, walau gak dikatakan dengan jujur olehnya. saya yakin bahwa dia sakit]
Dan setelah menyanyi 'Missing You', salah seorang EXOfans mengirim sms dan berkata bahwa suara Ryeowook buruk.
Ini juga membuatnya sakit T.T
Apakah Ryeowook kami harus menderita seperti ini?
Apakah EXOfans tidak bisa berterima kasih dan memberika rasa hormatnya kepada Super Junior terutama Ryeowook yang saat itu mereka hadapi?
EXOfans adalah fans yang belum mempunyai nama fandom resmi, warna fandom resmi, dan bahkan umurnya baru satu tahun. Apakah yang membuat mereka bisa seperti itu?
EXOfans bahkan pernah merobek banner Donghae. Melakukan BO kepada Henry dan sekarang?

Kami tau dan sangat tahu bahwa ini bukan kesalahan EXO sendiri tapi fansnya. Dan ini sudah berulang kali terjadi kepada EXOfans. Pertanyaannya, kenapa EXO hanya diam saja? tidak tahu? saya pikir semua idola tahu tentang fansnya. Jika anda berkata tidak tahu? No! saya tidak akan percaya.
Kenapa? apa ada yang bisa jawab?

Hal pertama tentang Donghae, saya hanya diam dan memakluminya. Kedua, Henry.. saya hanya sedikit marah dan menanti yang ketiga, Dan sekarang? ini benar-benar tidak bisa ditoleransi. Dan saya yakin masih banyak hal-hal brengsek yang dilakukan EXOfans yang saya tidak ketahui.
Apa ini yang dilakukan EXO dan penggemarnya kepada Super Junior?
Hey, ingat kah kalian saat Super Show.. Super Junior bahkan menyinggung tentang EXO yang akan segera debut dan mempromosikan mereka. Di twitter bahkan tak segan-segan mereka mempromosikan EXO. Do Sukira dan sebagainya. Apakah ini balasan kalian EXOfans?

Kalian semua tentu tahu bahwa EXOfans sudah dikenal dengan sebutan fans brutal. Bahkan setelah kejadian hari ini, Pihak Inkigayo mendiskriminasi EXOfans agar tidak datang di acara Inkigayo karena mereka brutal dan tidak mentaati peraturan. Benar-benar bukti nyata bahwa EXOfans teryata sangat buruk baik dalam sikap dan perilaku.

Ini tentu saja menuai kritikan dan fanwar antara ELF dan EXOfans.


Udh baik ya Ryeowook promosiin EXO di sukira.Fans'y malah gx tau diri bilang klo suara wookie ngk bgus.
Gila,nydar woy SJ udh lama di industri musik hiburan korea dan suara wookie udh trbukti bgus.
Idola lo bru juga tapi lo udh sombong.
Gw tnya prnah gtu EXO trimakasih sma SJ udh promosii mreka?
Air susu dibalas dngan air tuba.
Ppatah ini cocok bgt buat lo pra Exotic.
Gmana gw dan ELF ngk marah idola gw dihina bro.

__________________________________________________________________________________________

ini yg gue pikirin dari... barusan xD
Tapi tapi yg bikin heran itu kok ya bs idolnya masih santai2 nan anteng sm ulah fansnya..
Pdhl ini kan bkn pertama kalinya 
Gak malu apa yak sm sunbaenya heh?! Lol
Lah idol saya aj kl fansnya rusuh(?) dikit lngsng dah turun tangan..
Ad kesalahpahaman dikit lngsng dah MINTA MAAF wlopun dirinya sndri yg TERSAKITI..

__________________________________________________________________________________
Tirtanty Prawita Sari
6 jam yang lalu melalui seluler
Aku lebih bangga disebut tukang fanwar, yang war karena membela IDOLA ku dan KELUARGA ELF ku. Daripada menjadi orang yang bilang anti fanwar karena ELF CINTA DAMAI dan membiarkan IDOLA dan KELUARGANYA menangis sendirian !
Cih !
Ini bukan sekedar fanwar di Indonesia, bahkan ELF Luar juga membela keluarganya yang tertindas !

____________________________________________________________________________________________

@youngwoonjungsu: penggemar ryeowook ditendang keluar dari lobi kemarin karena Exofans. Kebanyakan penggemar RW bahkan tidak bisa melihat RW karena Exofans mengambil tempat mereka
jadi tadi malam SUKIRA itu guestnya si "itu" dan fans mereka berulah lagi
dan selama 2 jam siaran SUKIRA ryeowook berusaha mengontrol sikapnya agar g kepancing emosi karena ulah fans itu ckckckckck
___________________________________________________________________________________________

[READ!!!] Today there was exo fan drama once again at sukira
after singing “missing you” exo fans began to send in text messages saying ryeowook isn’t a good singer, he’s worse than kyungsoo, etc etc
there’s rumors that even fans PRESENT during the radio said unnecessary comments about ryeowook
and that’s what ryeowook’s tweet was about as well: he tweeted that no matter who he’s singing with he wants to be respected as a singer since that is his job.
in response super junior fans wish exo to not appear on sukira again, that ryeowook stop taking care of his exo hoobaes, and etc.

[source: Yan Li (。◕‿◕。) @yoongslixu]

Ryeowook's tweet: It was a really shocking 2 hours. It is a fact that it is a lot of burden for both the seniors and the junior when they sing together. Even though you guys are already receiving a lot of love(,) as much as from your songs(,) I hope that you guys will receive recognition as a singer more than anyone else^^ It is a worrying road even for a 8 years singer like me. Anticipating for tomorrow and (this is) the end to my ramblingsㅋ You did well b
[trans. by: teukables]

Apakah Super Junior kurang baik kepada mereka? ck ck
Apakah Super Junior pernah menyakiti mereka?

Maaf jika kata-kata saya kasar dan menyakitkan tapi ini adalah sebuah komitmen. 
Jangan menyakiti mereka kalau kalian tidak ingin kami sakiti!
Jadi begitulah, bagi mereka yang menyakiti Superman kami, maka jangan salahkan kami yang akan menyakiti mereka. Mereka kejam, kami bisa lebih kejam.








Rabu, 03 Juli 2013

Kisah Pilu Pangeran Terakhir Joseon

Juli 03, 2013 0 Comments


Sebagian besar dari kita punya pengalaman baik maupun buruk. Tetapi mungkin tidak seburuk seperti yang dialami Yi Seok. 

Kakek yang berusia 66 tahun ini dilahirkan di tengah sejarah panjang dinasti kerajaan yang tak pernah terputus.
Kerajaan Chosun memerintah semenanjung Korea lebih dari lima ratus tahun, sampai tahun 1910. Awalnya Yi Seok terbiasa mendapatkan hak istimewa sebagai anak raja. Tetapi setelah terbentuknya republik Korea Selatan, keluarganya dilepaskan dari status mereka. Putra Raja terpaksa mencari uang tambahan sebagai penyanyi dan buruh. Tetapi beberapa tahun terakhir, keberuntungannya berbalik dan sekarang ia ingin mengembalikan kekuasaan keluarga kerajaan. 

Yi Seok lahir 1941 adalah  keturunan dari Dinasti Joseon adalah putra Pangeran Gang Korea, anak 5 Kaisar Gojong Korea dan keponakan dari penerusnya Kaisar Sunjong, raja Korea terakhir,dan merupakan cicit dari Dong Yi .
Saat ini ia adalah seorang profesor sejarah lecturing di Jeonju University di Republik Korea.
Yi Seok lahir dan dibesarkan di Istana Sadong di Seoul selama pendudukan Jepang.Setelah PD II berakhir dengan pendudukan dan partisi Korea oleh sekutu di Selatan, dan Rusia dan Cina di utara, keluarga Kekaisaran Korea menjadi tunawisma, apa aset yang tidak disita oleh Jepang kemudian disita oleh Pemerintah Syngman Rhee. 


Yi lalu  menceritakan kehidupannya di istana.
Waktu saya mau olahraga, saya pakai celana pendeuk, tapi pelayan perempuan istana berdiri di samping dan bilang, “Tidak, paduka-mereka tidak memanggil nama saya-Anda janga lari.” Mereka tidak mengijinkan saya lari dan akhirnya kepala sekolahnya yang menggantikan saya. Anda bisa lihat bagaimana anggota kerajaan diperlakukan.”
 
Ketika  Perang Korea meletus  pada musim panas tahun 1950 keluarga Kekaisaran melarikan diri dari  kapal pendarat Amerika dari Incheon, di sepanjang pantai ke Busan, ia kemudian tinggal di sebuah biara dilereng bukit di Pulau Jeju sampai perang berakhirpada musim gugur tahun 1953.
Ketika ia kembali ke Korea, Yi Seok sebagai seorang pemuda diminta untuk merawat keluarganya.Ia sebisanya, bersama dengan saudara-saudaranya, mengambil setiap pekerjaan yang ia bisa untuk membantu orangtua dan saudaranya sambil belajar di universitas selama masa sulit Perang Korea.
Di Hankook University of Foreign Studies di Seoul, Yi Seok mempelajari bahasa asing, terutama Spanyol, serta hubungan luar negeri dan sejarah, ia  menjadi fasih dalam beberapa bahasa, dan mempersiapkan diri untuk layanan diplomatik.  Dan karena ia memiliki bakat untuk menghibur, ia menjadi seorang penyanyi terkenal dan musisi profesional pada tahun 1960 ketika berusia dua puluhan, memiliki beberapa lagu-lagu hit.
Dan tidak lama kemudian, Yi Seok bisa menghidupi diri, meniti karir sukses sebagai penyanyi, termasuk penghibur pasukan Amerika di pangkalan militer, dan karena itu mereka memanggilnya, “pangeran yang suka bernyanyi”. Disini ia menjadi pasukan sukarela dan terdaftar dalam divisi Tiger. Divisi Tiger adalah Divisi yang terdiri dri para sukarelawan imana prajuritnya menyumbangkan 80% dari gaji mereka untuk pemerintahan Korea Se;atan untuk mendukung ekonomi negara pasca perang.
ketika ia bertugas di infanteri 1 Divisi tiger ia mengalami luka serius akibat pecahan peluru. Ia juga berpartisipasi dalam operasi Tiger 1 dan Tiger 12.
 
Kembali ke Republik Korea, keluarga Kekaisaran kembali diberikan akomodasi di istana di Seoul, tetapi  perlakuan istimewa ini berkahir, saat diktaktor militer berkuasa di Korea pada akhir 1970 yakni kudeta setelah pembunuhan Presiden Park Chung Hee pada tahun 1979, Mereka mengusir keluarga kerajaan dari istana, mencabut status, harta dan gelar mereka. Ibunya sampai membuat gerobak mie dan sebuah bar untuk kehidupan sehari-hari.


Sehingga pada tahun 1980 , Ia kemudian mencoba keberuntungannya di Amerika Serikat.
“Saat saya baru tiba, saya bekerja 16 jam sehari sebagai pekerja kasar karena saya pendatang ilegal. Saya bekerja dengan orang-orang Meksiko dan menerima uang tunai. Lalu pada tahun 1986, saya dapat kewarganegaraan Amerika. Saya bayar 15 ribu dolar ke seorang perempuan untuk kawin kontrak. Saya bekerja di toko minuman keras miliknya di suatu lingkungan keras di Los Angeles dan pernah dirampok 13 kali. Setiap pagi saya merasa gelisah, takut dirampok lagi,”
Yi Seok tinggal 10 tahun di Amerika dan bekerja di semua tempat termasuk membersihkan kolam di kawasan elit Bevery Hills. Hidupnya jauh dari istimewa dan kenyamanan yang pernah ia rasakan.
Pada tahun 1989 Yi Seok kembali ke Korea Selatan, tapi tetap mengalami kesulitan keuangan. Ia tinggal di biara beberapa tahun, berniat jadi biksu. Tapi tidak cocok dengan hidupnya. Dia sering minum minuman keras dan keluar sampai larut malam. Waktu ia pulang pintu biara sudah tertutup. Dalam keputusasaan, ia sering memikirkan untuk bunuh diri.

“Saya mencoba bunuh diri delapan kali. Yang terakhir 1999, saya menabrakkan mobil saya ke gerbang istana. Saya menulis surat wasiat di WC umum. Seorang pemuda yang berada dekat saya membukanya. Ia membacanya dan mengatakan, “Paduka Anda harus beritahu orang mengenai hal ini!” Saya menjawab,”Ini memalukan, lebih baik saya mati sendirian,”
Tapi pertemuan dengan pemuda itu mejadi titik balik. Nasib Yi Seok berubah setelah kisahnya dimuat dalam surat kabar nasional. Laporan tersebut menceritakan seorang keturunan anggota kerajaan dinasti Chosun ditemukan menggelandang, tidur di WC umum.
 
 
Dengan berubahnya  iklim politik  di awal 1990-an, Yi Seok bisa kembali ke Republik Korea, dan sekali lagi berusaha untuk hidup dalam sifat keluarga tua, dan berjuang untuk hak-hak hukum sebagai warga negara pribadi. Setelah serangkaian masa sulit, ia memiliki serangkaian perjalanan, pensiun ke biara, dan baru kembali kehidupan publik  pada awal abad ke-21, dengan serangkaian perjalanan konstan melakukan pekerjaan pendidikan, mempromosikan baik wisata Korea Imperial dan restorasi bangunan bersejarah, dan jadwal yang melibatkan lebih dari 100 ceramah atau penampilan publik setiap tahun. Saat ini ia tinggal di Jeonju, Korea Selatan.Kesulitan dan ketahanan yang khas kehidupan Korea Yi Seok selama  PD II  dibuat menjadi program semi-fiksi TV dramatis pada Korea Broadcasting System (KBS).


Pada bulan Oktober 2004, Yi Seok kembali ke kota kerajaan Jeonju atas undangan walikota, untuk membawa mengembalikan keunggulan budaya di Korea.
Pada bulan Februari 2005, Yi Seok mulai mengajar dua kali kelas mingguan tentang sejarah Korea di Jeonju University dengan gelar profesor. Kelas-Nya berpusat pada tokoh-tokoh zaman Dinasti Joseon serta memperkenalkan sejarah Korea  pra-1900  untuk siswa tahun kedua.

Sepanjang 2006, Yi Seok telah melakukan kunjungan resmi ke luar negeri untuk memberikan beberapa ceramah tentang  budaya tradisional Korea antara lain  kunjungan ke Amerika Serikat (Los Angeles, dan Washington), Mexico City, Meksiko, dan ke Frankfurt, Jerman untuk sebuah pameran perdagangan Korea. Pada bulan September 2006, Yi Seok bepergian sebagai seorang profesor dengan sesama akademisi dan mahasiswa ke Jepang.
Yi Seok juga baru-baru ini menerbitkan sebuah buku tentang ritus seremonial keluarganya. Dia telah setuju untuk menjadi tuan rumah sebuah serial TV, yang saat ini dalam pra-produksi, pada sejarah kerajaan Korea.Berjudul"A Personal View of Korea"  seri dokumenter ini akan menampilkan tiga episode di sejarah Korea, istana dan kuil-kuil, dan 20  arsitektur benteng istana  Dinasti Yi .
Anak-anak :

1. Yi Hong (이홍 i hong) (lahir 1974), anak perempuan tertua dari Yi Seok. Dia menikah dengan Han Yeon-gwang (한영광 han yeong gwang), aktor korea ,memiliki satu anak perempuan (cucu Yi Seok) yang lahir tahun 2001.

2. Yi Jin (이진 i jin) (lahir1979),anak perempuan kedua Yi Seok aktivis hak wanita dan mempromosikan seni keramik tradisional korea .Dia telah banyak melakukan perjalanan sebagai wakil kerajaan dan  melakukan tur di seluruh Eropa, dan telah belajar di Amerika Serikat, Australia, sebagai  tutor pribadi di Kanada, dan telah melakukan kerja singkat  di Jepang. Dia kini tinggal di Kanada.


3. Yi Jung-hun (이정훈 i jeong hun) (lahir 1980), satu-satunya anak laki-laki dariYi Seok .Ia bekerja sebagai ahli IT. Ia kini menetap di Amerika.


Baru-baru ini kota Chonju, tempat kelahiran para anggota keluarga kerajaan, membangun rumah untuknya dan menjadikannya sebagai wakil kota, sebagai daya tarik turis.
Pemerintah kota berharap mendapat keuntungan dari deaskan publik yang tertarik dengan sejarah keluarga kerajaan. Tetapi sebelumnya warga tidak mempedulikan hal ini.
“Nama saya Lee Sang Hyum, saya seniman, tapi sering mempedulikan data sejarah “kejatuhan Dinasti Chosun”. Masyarakat Korea percaya kejatuhan dinasti akibat ketidakberesan para raja Korea mengizinkan Jepang menduduki negara. Dan itulah bagian sejarah yang ingin dilupakan, sejarah yang memalukan. Contohnya kami banyak bercerita tentang para pahlawan kemerdekaan Kora, tapi kami tidak ingin mengingat masa penjajahan karena Jepang telah mencuri negara ini. Hal itu bukan sejarah yang kita dapat banggakan,”
Ketertarikan masyarakat dengan Kerajaan Korea mungkin sebuah tanda, negara ini siap memaafkan dan melupakan kekurangan pemimpin kerajaan terdahulu.
Tapi Yi Seok ingin dapat lebih dari sekedar permintaan maaf. Ambisinya besar untuk melihat kembalinya, paling tidak kebiasaan upacara keluarga kerajaan. Tapi apa masyarakat siap untuk menerima kembalinya sistem monarki?
Saya berada di upacara penghargaan dan Yi Seok diundang sebagai tamu terhormat. Dan saya akan berbicara kepada beberapa orang, untuk mencari tahu pendapat mereka tentang anggota keluarga kerajaan.
Saya mencoba dekati beberapa tamu dengan foto Yi Seok di tangan saya dan menanyakan pertanyaan yang sama kepada setiap orang. “Anda kenal dengan orang ini?”
Orang ini tidak tahu identitas laki-laki yang ada di foto. Tapi akhirnya ia mengatakan itu orang yang pernah menyanyikan “Nest of Doves”.
Perempuan lainnya juga kesulita mengenali Yi Seok. Tapi saat saya menjelaskan ia adalah keturunan kerajaan, perempuan itu mengaku mengenalinya. Namun merasa enggan untuk kembali kepada sistem kerajaan. Bukan hal yang gampang untuk dikembalikan katanya.
Laki-laki berikutnya berhasil mengenali Yi Seok. Saat oa menanyakan pendapatnya tentang kerajaan Korea, ia mengakui menyesali datangnya pengaruh Konfusianisme yang dianut anggota kerajaan Korea. Tapi tetap ia tidak mau kembali pada sistem monarki. “Oh tidak,” Ia mengatakan, negara ini sudah cukup demokratis. Itu ide yang menggelikan.
Tampaknya, jalan masih panjang untuk Yi Seok sebelum ia meraih ambisinya melihat kembalinya monarki di Korea. Tetapi ia tetap bertekad.
Sebelum saya pergi, saya memintanya memilih lagu favorit yang akan dinyanyikan. Ia memilih “Impossibe Dream” yang dinyanyikan Jack Jones dari Kanada. Lagu yang sangat susah untuk dinyanyikan kata Yi Seok. 

Ternyata kehidupan para Raja dan Pangeran Korea dari jaman dulu hingga kemerdekaan memang tragis..

Sejarah Dinasti Joseon

Juli 03, 2013 0 Comments


Dinasti Joseon, bagi penggemar drama Korea, pasti nama ini sudah tidak asing lagi. Dalam berbagai serial drama bahkan film layar lebar dengan latar belakang era klasik produksi Korea Selatan, Dinasti Joseon hampir selalu menjadi sumber inspirasi pokok cerita, baik semi-fiksi atau kisah sejarah yang nyata..


Menelusuri sejarah dinasti ini, bisa dianggap merupakan dinasti konfusius tertua yang berhasil bertahan sampai saat ini. Pendiri Dinasti Joseon adalah Yi Seong Gye yang diangkat dengan bergelar Raja Taejo. Ia adalah seorang anggota klan Yi (Lee) dari Jeonju yang melakukan kudeta terhadap Raja Woo dari Goryeo. Yi Seong Gye terkenal sebagai ahli militer cerdik dalam memimpin perang terhadap bajak laut Jepang yang mengganggu perairan Korea. Ia memindahkan ibukota dari Gaegyeong (kini Gaeseong) ke Hanseong dan mendirikan Istana Gyeongbok tahun 1394. Suksesi secara patrilineal dari Raja Taejo tidak pernah terputus sampai zaman modern. Penguasa terakhir, Sunjong, atau Kaisar Yungheui yang diturunkan secara paksa oleh militer Jepang sebagai kepala negara pada tahun 1910. Sejak saat itu, para keluarga bangsawan Joseon tersebar ke beberapa negara, terutama Brazil dan Jepang. Keluarga Dinasti Joseon, memerintah dalam dua periode negara modern Korea, sejak didirikan sebagai Kerajaan Joseon sampai berubah nama menjadi Kekaisaran Han Raya. 





Setelah diporakporandakan oleh penjajah Jepang, dinasti ini memang dapat dikatakan hampir hancur. Kini, beberapa anggota keluarga yang masih tersisa berusaha merekonstruksi kembali dan menyambung tali sejarah keluarga Joseon agar tidak terputus seiring berjalannya waktu. Walaupun, beberapa intrik perpecahan sempat muncul di kalangan anggota keluarga.


Saat ini (2012) ada tiga orang yang oleh asosiasi keluarga kerajaan didaulat sebagai pewaris tertinggi tahta mahkota Dinasti Joseon. Ketiga orang itu adalah :


1. Maharani Yi Haewon (이해원)





Putri Yi Haewŏn dari Korea (lahir 24 April, 1919), merupakan keturunan Wangsa Yi. Merupakan satu dari dua pewaris tahta Korea. Ia merupakan putri kedua Pangeran Imperial Ui, Korea, putra kelima Kaisar Gojong dengan selirnya, Nyonya Sudeokdang. Puteri Yi Haewŏn sekarang merupakan pewaris yang diperdebatkan mendapatkan posisi kepala Istana Kerajaan Korea dengan keponakannya Pangeran Pewaris Imperial Won. Ia adalah putri tertua Pangeran Imperial Ui yang masih hidup sampai sekarang.


Haewŏn dilahirkan di Istana Sadong yang merupakan tempat tinggal resmi kemuarganya di Seoul dan dibesarkan di Istana Unhyeon. Ia lulusan dari Sekolah Tinggi Kyunggi di tahun 1936 dan kemudina menikah dengan Lee Seunggyu, yang diculik secara wajib ke Korea Utara pada saat Perang Korea, memiliki keturunan, tiga putra dan satu putri.


Hanya sebagai gelar memerintah sejak kematian pendahulunya Gu, Pangeran Kekaisaran Hoeun pada tanggal 16 Juli 2005, Puteri Haewŏn dimahkotai sebagai suatu simbolik monarki Korea pada tanggal 29 September 2006 oleh Asosiasi Keluarga Imperial Korea, yang diorganisasi oleh sekitar selusin keturunan dari Dinasti Joseon. Ia menuntut gelar Ratu (Maharani) Korea dan mengumumkan restorasi Istana Imperial pada saat upacara kenaikan tahtanya sendiri.


2. Pangeran Imperial Yi Won (이원)




Won, Pangeran Pewaris Imperial Korea (lahir tahun 1962), merupakan keturunan Dinasti Joseon (a.k.a. Wangsa Yi) merupakan Kepala kontestan Keluarga Imperial Korea dan juga bekerja sebagai seorang jenderal manajer Hyundai Home Shopping, sebuah kantor cabang Hyundai chaebol. Ia dilahirkan sebagai putra tertua Pangeran Gap dari Korea, putra ke-9 Pangeran Gang dengan istrinya Hyehwa-dong, Jongno-gu, Seoul dan menjadi anak adopsi Pangeran Gu dari Korea, kepala ke-29 istana Imperial, meskipun kesahan adopsi diperdebatkan.


Mereka yang menyangkal legitimasi adopsi mencatat bahwa persetujuan untuk mengadopsi oleh Pangeran Won tidak diterima anggota lain dari istana Imperial, termasuk Pangeran Seok, adik tiri Pangeran Gap, dan Puteri Hae-won, anggota tertua yang masih hidup di dalam istana. Juga, menurut hukum Korea yang sekarang, adopsi tradisional setelah kematian dari orangtua angkat untuk meneruskan garis keturunan tidak sah oleh legislasi pada tahun 2004.


Masalah lain meningkat atas bila Pangeran Won atau ayahnya Pangeran Gap merupakan anggota senior di dalam istana tersebut. Sewaktu garis keturunan Pangeran Gang merupakan garis keturunan senior diikuti dengan kematian Pangeran Gu, ada terdapat keturunan dari putra-putra Pangeran Gang yang lebih tua. Kecuali keturunan Pangeran Geon, putra tertua yang telah dinaturalisasi sebagai bangsa Jepang setelah Perang Dunia II, beberapa anggota Istana mendesak bahwa Kepemimpinan Istana harus diturunkan kepada keturunan Pangeran Wu, putra kedua Pangeran Gang. Dalam hal ini, orang yang berhak sebagai Kepala wangsa tersebut adalah Yi Chung, putra tertua Pangeran Wu.


Pada tanggal 16 Juli 2005, diikuti oleh kematian Pangeran Gu, beberapa anggota Dewan Keluarga Yi (Lee) memilihnya sebagai Kepala Imperial Istana Korea yang berikutnya dan mereka juga memberinya gelar Pangeran Pewaris Imperial (Hwangsason) dengan arti mewarisi gelar Pangeran Gu. Tuntutannya diperdebatkan oleh Yi Haewon yang dimahkotai sebagai Ratu Korea Selatan oleh 12 keturunan yang merasa bahwa ialah yang pantas menjadi Ratu, dan bukan Pangeran Won. Ia sekarang tinggal di sebuah apartemen di Wondang, Goyang, Provinsi Gyeonggi, Korea dengan keluarganya.


3. Pangeran Yi Seok (이석)




Yi Seok (lahir 1941) adalah seorang pangeran dari Keluarga Yi, keluarga kerajaan Korea. Dia digambarkansebagai "kaisar boneka" tahta Korea oleh The New York Times, walaupun status ini tidak diakui oleh keluargaAsosiasi Yi. Yi Seok terkenal sebagai sebagai "pangeran bernyanyi". Sejak tahun 2004, ia telah didaulat olehPemerintah Kota Jeonju untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan tradisional Korea. Ia juga seorang profesor sejarah di Universitas Jeonju. Dia adalah putra dari Pangeran Yi Kang, putra kelima dari KaisarGojong dari Korea.


Setelah PD II berakhir dengan pendudukan dan partisi Korea oleh sekutu di Selatan, dan Rusia dan Cina di utara, keluarga Kekaisaran Korea menjadi tunawisma, apa aset yang tidak disita oleh Jepang kemudian disita oleh pemerintahan Presiden Syngman Rhee. Ketika Perang Korea meletus pada musim panas tahun 1950 keluarga Kekaisaran melarikan diri dari kapal pendarat Amerika dari Incheon, di sepanjang pantai ke Busan, ia kemudian tinggal di sebuah biara di lereng bukit di Pulau Jeju sampai perang berakhir pada musim gugur tahun 1953. Ketika ia kembali ke Korea, Yi Seok sebagai seorang pemuda diminta untuk merawat keluarganya. Ia sebisanya, bersama dengan saudara-saudaranya, mengambil setiap pekerjaan yang ia bisa untuk membantu orangtua dan saudaranya sambil belajar di universitas selama masa sulit Perang Korea.
Di Hankook University of Foreign Studies di Seoul, Yi Seok mempelajari bahasa asing, terutama Spanyol, serta hubungan luar negeri dan sejarah, ia menjadi fasih dalam beberapa bahasa, dan mempersiapkan diri untuk layanan diplomatik. 


Dan tidak lama kemudian, Yi Seok bisa menghidupi diri, meniti karir sukses sebagai penyanyi, termasuk penghibur pasukan Amerika di pangkalan militer, dan karena itu mereka memanggilnya, “pangeran yang suka bernyanyi”. Disini ia menjadi pasukan sukarela dan terdaftar dalam divisi Tiger. Divisi Tiger adalah Divisi yang terdiri dri para sukarelawan imana prajuritnya menyumbangkan 80% dari gaji mereka untuk pemerintahan Korea Se;atan untuk mendukung ekonomi negara pasca perang. Ketika ia bertugas di infanteri 1 Divisi tiger ia mengalami luka serius akibat pecahan peluru. Ia juga berpartisipasi dalam operasi Tiger 1 dan Tiger 12.
.

Kembali ke Republik Korea, keluarga Kekaisaran kembali diberikan akomodasi di istana di Seoul, tetapi perlakuan istimewa ini berkahir, saat diktaktor militer berkuasa di Korea pada akhir 1970 yakni kudeta setelah pembunuhan Presiden Park Chung Hee pada tahun 1979, Mereka mengusir keluarga kerajaan dari istana, mencabut status, harta dan gelar mereka. Ibunya sampai membuat gerobak mie dan sebuah bar untuk kehidupan sehari-hari. Sehingga pada tahun 1980, Ia kemudian mencoba keberuntungannya di Amerika Serikat.
.

Pengakuan Pangeran Yi Seok ...
.

(Sumber : http://inisajamostory.blogspot.com/)
.
.
“Saat saya baru tiba, saya bekerja 16 jam sehari sebagai pekerja kasar karena saya pendatang ilegal. Saya bekerja dengan orang-orang Meksiko dan menerima uang tunai. Lalu pada tahun 1986, saya dapat kewarganegaraan Amerika. Saya bayar 15 ribu dolar ke seorang perempuan untuk kawin kontrak. Saya bekerja di toko minuman keras miliknya di suatu lingkungan keras di Los Angeles dan pernah dirampok 13 kali. Setiap pagi saya merasa gelisah, takut dirampok lagi,”
.

Yi Seok tinggal 10 tahun di Amerika dan bekerja di semua tempat termasuk membersihkan kolam di kawasan elit Bevery Hills. Hidupnya jauh dari istimewa dan kenyamanan yang pernah ia rasakan.
.

Pada tahun 1989 Yi Seok kembali ke Korea Selatan, tapi tetap mengalami kesulitan keuangan. Ia tinggal di biara beberapa tahun, berniat jadi biksu. Tapi tidak cocok dengan hidupnya. Dia sering minum minuman keras dan keluar sampai larut malam. Waktu ia pulang pintu biara sudah tertutup. Dalam keputusasaan, ia sering memikirkan untuk bunuh diri..

“Saya mencoba bunuh diri delapan kali. Yang terakhir 1999, saya menabrakkan mobil saya ke gerbang istana. Saya menulis surat wasiat di WC umum. Seorang pemuda yang berada dekat saya membukanya. Ia membacanya dan mengatakan, “Paduka Anda harus beritahu orang mengenai hal ini!” Saya menjawab,”Ini memalukan, lebih baik saya mati sendirian,”
.

Tapi pertemuan dengan pemuda itu mejadi titik balik. Nasib Yi Seok berubah setelah kisahnya dimuat dalam surat kabar nasional. Laporan tersebut menceritakan seorang keturunan anggota kerajaan Dinasti Joseon ditemukan menggelandang, tidur di WC umum.
.
Dengan berubahnya iklim politik di awal 1990-an, Yi Seok bisa kembali ke Republik Korea, dan sekali lagi berusaha untuk hidup dalam sifat keluarga tua, dan berjuang untuk hak-hak hukum sebagai warga negara pribadi. Setelah serangkaian masa sulit, ia memiliki serangkaian perjalanan, pensiun ke biara, dan baru kembali kehidupan publik pada awal abad ke-21, dengan serangkaian perjalanan konstan melakukan pekerjaan pendidikan, mempromosikan baik wisata Korea Imperial dan restorasi bangunan bersejarah, dan jadwal yang melibatkan lebih dari 100 ceramah atau penampilan publik setiap tahun. Saat ini ia tinggal di Jeonju, Korea Selatan.Kesulitan dan ketahanan yang khas kehidupan Korea Yi Seok selama PD II dibuat menjadi program semi-fiksi TV dramatis pada Korea Broadcasting System (KBS).
.
Pada bulan Oktober 2004, Yi Seok kembali ke kota kerajaan Jeonju atas undangan walikota, untuk membawa mengembalikan keunggulan budaya di Korea. Pada bulan Februari 2005, Yi Seok mulai mengajar dua kali kelas mingguan tentang sejarah Korea di Jeonju University dengan gelar profesor. Kelasnya berpusat pada tokoh-tokoh zaman Dinasti Joseon serta memperkenalkan sejarah Korea pra-1900 untuk siswa tahun kedua.
.
Sepanjang 2006, Yi Seok telah melakukan kunjungan resmi ke luar negeri untuk memberikan beberapa ceramah tentang budaya tradisional Korea antara lain kunjungan ke Amerika Serikat (Los Angeles, dan Washington), Mexico City, Meksiko, dan ke Frankfurt, Jerman untuk sebuah pameran perdagangan Korea.Pada bulan September 2006, Yi Seok bepergian sebagai seorang profesor dengan sesama akademisi dan mahasiswa ke Jepang. Yi Seok juga baru-baru ini menerbitkan sebuah buku tentang ritus seremonial keluarganya. Dia telah setuju untuk menjadi tuan rumah sebuah serial TV, yang saat ini dalam pra-produksi, pada sejarah kerajaan Korea. Berjudul "A Personal View of Korea", seri dokumenter ini akan menampilkan tiga episode di sejarah Korea, istana dan kuil-kuil, serta 20 arsitektur benteng istana Dinasti Joseon.
.


.
Baru-baru ini kota Jeonju, tempat kelahiran para anggota keluarga kerajaan, membangun rumah untuknya dan menjadikannya sebagai identitas dan maskot kota Jeonju, selain sebagai daya tarik pariwisata. Pemerintah kota berharap mendapat keuntungan dari deaskan publik yang tertarik dengan sejarah keluarga kerajaan. Walaupun sebelumnya beberapa warga sempat tidak mempedulikan hal ini.
.

“Nama saya Lee Sang Hyum, saya seniman, tapi sering mempedulikan data sejarah “kejatuhan Dinasti Joseon”. Masyarakat Korea percaya kejatuhan dinasti akibat ketidakberesan para raja Korea mengizinkan Jepang menduduki negara. Dan itulah bagian sejarah yang ingin dilupakan, sejarah yang memalukan. Contohnya kami banyak bercerita tentang para pahlawan kemerdekaan Korea, tapi kami tidak ingin mengingat masa penjajahan karena Jepang telah mencuri negara ini. Hal itu bukan sejarah yang kita dapat banggakan,”
.

Ketertarikan masyarakat dengan Kerajaan Korea mungkin sebuah tanda, negara ini siap memaafkan dan melupakan kekurangan pemimpin kerajaan terdahulu.Tapi Yi Seok ingin dapat lebih dari sekedar permintaan maaf. Ambisinya besar untuk melihat kembalinya, paling tidak kebiasaan upacara keluarga kerajaan. Tapi apa masyarakat siap untuk menerima kembalinya sistem monarki ?
.

"Saya berada di upacara penghargaan dan Yi Seok diundang sebagai tamu terhormat. Dan saya akan berbicara kepada beberapa orang, untuk mencari tahu pendapat mereka tentang anggota keluarga kerajaan. Saya mencoba dekati beberapa tamu dengan foto Yi Seok di tangan saya dan menanyakan pertanyaan yang sama kepada setiap orang. 'Anda kenal dengan orang ini ?' Ujarnya,"
.
Orang ini tidak tahu identitas laki-laki yang ada di foto. Tapi akhirnya ia mengatakan itu orang yang pernah menyanyikan “Nest of Doves”. Perempuan lainnya juga kesulita mengenali Yi Seok. Tapi saat saya menjelaskan ia adalah keturunan kerajaan, perempuan itu mengaku mengenalinya. Namun merasa enggan untuk kembali kepada sistem kerajaan. Bukan hal yang gampang untuk dikembalikan katanya. Laki-laki berikutnya berhasil mengenali Yi Seok. Saat oa menanyakan pendapatnya tentang kerajaan Korea, ia mengakui menyesali datangnya pengaruh Konfusianisme yang dianut anggota kerajaan Korea. Tapi tetap ia tidak mau kembali pada sistem monarki. “Oh tidak,” Ia mengatakan, "Negara ini sudah cukup demokratis. Itu ide yang menggelikan."
.

Tampaknya, jalan masih panjang untuk Yi Seok sebelum ia meraih ambisinya melihat kembalinya monarki Joseon di Korea. Tetapi ia tetap bertekad.


Sabtu, 29 Juni 2013

Hangul Day

Juni 29, 2013 1 Comments



Tomorrow, the 9th October is Hangul day! A day where the Korean alphabet is celebrated and promoted. For those of you who are unfamiliar with the Korean language, looking at a completely different alphabet system can be daunting, and learning it can seem like a MASSIVE and time costly task. But never fear! Hangul was specifically developed and designed to be quick and easy to learn by King Sejong the Great! So lets take a moment to discover what makes this alphabet system so great and why it deserves to be celebrated.

What makes the Korean writing system different from other Asian languages, such as Japanese and especially Chinese, is that it has a distinct alphabet rather then thousands and thousands of characters you just have to memorise. The Korean alphabet was carefully developed with originally 28 letters, but today only 24 consonants and vowels are in use, a very similar amount to our own Roman alphabet. But each of these characters was specifically designed to be logical and straight forward, so that it was an alphabet system that could be learned by all people, from nobility to the peasantry. And even though there are only 24 consonants and vowels in the Korean alphabet, it boosts the possibility of 11, 172 syllables! Fun Fact: Hangul actually means ‘Great Script’ – a perfect name for it!

King Sejong, or Sejong the Great, is a huge name in Korean history. Known for his innovation and intelligence, it was this King who decided that the Korean people needed their own distinctive alphabet, rather than using Chinese characters (Hanja). King Sejong felt it was important for Korea to have its own writing system for ‘cultural independence’ and to ensure the continuing longevity of the country’s own culture. Chinese characters were difficult to use with the Korean language, and usually only male nobility had the time and resources to learn the language which meant most of Korea was illiterate. King Sejong wanted to put an end to this and created Hangul for all people. In the Haerye, Hangul was described as being so well and logically thought out that “a wise man can acquaint himself with them before the morning is over; a stupid man can learn them in the space of ten days.” We’re thankful to say that when learning this ourselves, it only took a few hours – we’re saved from the category of a stupid man!

By commissioning an alphabet that everyone could use, it would mean the lower classes, who weren’t able to learn Chinese characters, could now use this alphabet to write down and communicate their own thoughts and opinions. This did cause some upset in the elite noble classes, who thought that Hangul was ‘vulgar’ and came up with derogatory names for the Hangul system. As you can imagine, being literate was some what of a sign of social status, and the Hangul system was perceived to be a threat to their status as now any commoner was able to read and write. However, Hangul won out in the end and is now more popular than ever!

The alphabet itself is thought to have been created by ‘The Hall of Worthies’. This ‘Hall of Worthies’ was made up of a group of scholars who had been selected by King Sejong because of their talents and minds. The project to create this new alphabet was completed late 1443 to early 1444. In 1446, a document called the Hunmin Jeongeum, or ‘The Proper Sounds for the Education of the People’, was published, explaining the designs of the alphabet. This document was published on the 9th October, hence Hangul day!



Korean script is written from left to right, horizontally, which is another similarity with our own alphabet. The big difference is the fact that Hangul is written in syllable blocks rather than one letter following another, like in our alphabet system. For example, ‘Hangul’ in Hangul is 한글. This is two syllables made up of ‘han’ 한 and ‘gul’ 글, where the first syllable is comprised of ᄒ/h,ᅡ/a and ᄂ/n, and the second is made up of ᄀ/g, ᅳ/eu and ᄅ/l. The chart on the left shows the vowels and consonants and then the combinations in which they can be combined to form syllable blocks. We had a look round on the internet and found this handy site where you can learn online. It has sound clips of pronunciations etc, and even show you the correct way to write each letter. If you have some spare time, why not try it out and see how it goes!

Learning Hangul is fun, interesting and (relatively) easy. We can guarantee this as Korean language students ourselves! If you’re thinking ‘I can just read the romanisations, there’s no need to learn Hangul’, please do consider giving Hangul a chance. Reading romanisations of Korean words can be ridiculously confusing. Some short words can turn out to be crazily long and complicated when romanised because of double letters and letter grouping, and very often romanisations aren’t accurate. It’s much, much easier to read Hangul than romanisations. In addition, it’s always more useful to read a language in its own alphabet, and it will give you a more in-depth understanding of the language!

So, if you’re ever in Seoul, don’t forget to pay your respects to the man himself and visit the MASSIVE statue of Sejong the Great, between Cheonggyecheon and King Sejong’s home Gyeongbokgung Palace. The alphabet is even engraved onto it as a reminder of his amazing contributions to the nation. Can you spot the few characters that are no longer in use? So on this Hangul day, lets all take a moment to remember the brilliance of King Sejong, SEJONG THE GREAT!



My Little Princess | part 1

Juni 29, 2013 0 Comments


Author : Kim Nhara
Genre : Romance, Family 
Cast : Tentukan sendiri sesuai imajinasi kalian, karena author tidak memaksa dan membatasi imajinasi kalian.
Desclaimer : Ini asli milik Author. Tolong berikan komentar ya :)



PROLOG
Siapa gadis ini?
Apakah dia pernah hidup bersamaku di kehidupan sebelumnya?
Wajah dan senyumannya tentu membuatku serasa berada di beberapa tahun silam. Sepertinya aku telah di lahirkan kembali di dunia yang sama.
Apakah ini dunia nyata?
Apakah ini takdir? Semuanya berjalan dengan cepat.
Aku tak mampu mengenali diriku yang dahulu.
Apa aku sudah gila?
Bahkan sejak awal, kau adalah milikku..

 -----------------------------------------------------------------------

PART I

“Aku tidak bisa pergi tanpa membawa uangku!!!!! Aku harus pulang dan mengambil beberapa pakaian dan kartu kreditku sebelum kau meninggalkanku disini.” Pekik gadisdidepannya itu dengan suara melengking.
Ia sangat tahu bagaimana perasaan gadis itu. Tapi tak ada yang bisa ia lakukan. Ia hanya mendapat perintah untuk membunuh Jin Dae Han. Gadis yang ia cintai. Apakah dia akan benar-benar membunuhnya??? Tentu saja tidak. Kyung Woo mengulurkan tas mewah dan sekoper pakaian milik gadis yang ada didepannya. Ia benar-benar tidak tau harus melakukan apa setelah melihat gadis yang didepannya itu duduk di trotoar dengan memeluk lututnya.
“Oppa, apa yang harus aku lakukan????”
Kyung Woo duduk disebelah gadis itu dan merangkul pundaknya. “Dae Han ah, kau harus tau mengapa aku lakukan ini padamu. Aku tidak ingin kau mati ditanganku. Biar aku saja yang dibunuh jika Ibutahu kau tidak benar-benar mati.”
Gadis itu menatap Kyung Woo yang saat itu juga sedang memandangnya. Mata mereka bertemu pandang. Kemudian Dae Han berdiri dan duduk setengah bersandar di bagian depan mobil Kyung Woo. “Dia memang licik. Apakah ayahku tau tentang ini??? Lama-lama aku bisa gila.”
Hati Kyung Woo bagai tersayat melihat gadis itu meneteskan air mata. Apalagi jika harus membunuh gadis itu menggunakan tangannya sendiri. Ia benar-benar tak habis pikir. Kyung Woo beranjak dan menggenggam tanga Dae Han. “Kau,” suaranya bergetar. “jaga diri baik-baik. Aku sudah mencarikan apartemen untukmu. Aku juga akan sering menjengukmu. Kau harus makan tepat waktu. Jika ada sesuatu, hubungi saja aku. Sekarang aku harus pergi.” Kata Kyung Woo lalu masuk kedalam mobilnya. Dan seketika itu, mobilnya melesat kencang.
“Oppa...”
Kyung Woo hanya menangis saat dia mulai bergerak menjauhi tempat gadis itu berdiri. Masih bisa dilihat jelas dari spion bagaimana keadaan Dae Han saat dirinya mulai menjauh. Dae Han menangis dan terus menatap mobil Kyung Woo darisana, hingga Kyung Woo sudah tak dapat melihat Dae Han lagi.

***

“Apa yang harus aku lakukan sekarang???” suaranya mulai serak karena terlalu banyak menangis. Sejak lahir, dirinya tak pernah hidup sendirian. Didalam hidupnya selalu banyak orang yang mengelilinginya, ayah, ibu, nenek, dan para pengasuhnya. Kini tiba-tiba ia harus tinggal di apartemen seorang diri. Tak ada koki pribadinya yang selalu membuatkan makanan kapanpun saat dia merasa lapar. Tak ada Wong Ki, anjing kecilnya. Tak ada para pengasuhnya yang selalu bisa disuruh ini dan itu, kapanpun dan dimanapun ia berada.
Ia meraih remot control dan menghidupkan TV diruang tengah apartemennya itu. Ia melihat berita sekilas lalu mengambil minum. Tapi, ia kembali pada berita di TV itu dan membatalkan niatnya untuk minum. Berita apa ini?? Berita tentangnya??.  “.....Pewaris Grup JinDy, Jin Dae Han meninggal karena kecelakaan lalu lintas tadi malam. Tak banyak orang yang mengetahui hal ini. Hanya saja pihak keluarga dan kerabat dekatnya saja......”
Tangan Dae Han mengenggam remot control dengan sangat erat. Tangannya pun sampai bergetar. Ia ingin sekali pulang ke Macau dan memaki Hong Su Ri. Dadanya terasa sesak mendengar berita itu. Berita palsu yang telah direncanakan oleh Ibu tirinya. Dan sesekali ia melototkan matanya ke depan layar TV. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan. Ada sebuah makam mewah yang bertuliskan nama Jin Dae Han di nisannya. Dan disebelahnya. Apa ini??? Kenapa dia melakukan ini???. Disebelahnya ada Ibu tirinya yang terduduk lemas sambil menangis. Sebenarnya, jasad siapa yang dibawa oleh Kyung Woo dan diserahkan kepada ibunya itu?? Dae Han tahu pasti. Bahwa Kyung Woo adalah laki-laki yang pintar. Hal seperti ini tentu tak ada masalah baginya.
“Gila!!!!! Apa yang dia lakukan??? Setelah dia buat ayahku menderita, sekarang saatnya dia membuat hidupku berantakan. Benar-benar tidak waras!!!!!. Selama aku masih hidup, tak akan ku biarkan Grup JinDy menjadi miliknya.” Seru Dae Han.
Ting..tung...
Suara bel pintu apartemen membuatnya terkejut dan tersadar dari omelannya. Ia menghampiri Interkom untuk melihat siapa yang datang. Oh, rupanya pegawai apartemen.
“Selamat pagi Nona. Anda harus segera pergi dari tempat ini. Karena sebentar lagi, Dong Ho ssi akan segera tiba.” Kata laki-laki pendek dan sedikit gemuk itu.
“Tapi aku sudah membayar sewa apartemen ini selama 1 tahun. Kau ini bagaimana. Kalau ada yang sewa, bilang saja ini sudah di sewa oleh Jin Dae Han.” Kata Dae Han lalu menutup pintu. Dengan sigap, laki-laki itu menahan daun pintu dengan kakinya.
“Tidak bisa Nona, memangnya anda siapa???. Uang anda nanti akan kami kembalikan. Cepat bereskan barang-barang anda.”
“Tidak mau!!!!!”
“Baiklah, mungkin cara ini yang anda inginkan!!!!”

***

Dong Ho keluar dari mobil verarry sportnya dan berjalan menuju ke dalam apartemen mewah yang dipesannya beberapa saat lalu. Sampai di pintu masuk, ia melihat laki-laki yang umurnya 2 tahun lebih tua darinya dan segera berjalan menghampirinya.
“Oh, Hyung!!” sapa Dong Ho sambil mengangkat tangan kanannya ke arah laki-laki yang tengah berjalan menghampirinya.
“Bagaimana keadaannya??? Tidak terlalu jelekkan??? Untuk sementara kau tinggal disini dulu sampai rumahmu selesai direnovasi.” Kata laki-laki yang dipanggil Hyung oleh Dong Ho itu.
“Kamarku nomor berapa???” tanya Dong Ho kepada manajernya setelah menerima kunci kamar yang diulurkan oleh laki-laki yang ternyata bernama Park Joo Yong itu.
Park Joo Yong hanya tersenyum, lalu berkata, “di lantai 4. Nomor 210. Mereka dengan susah payah mendapatkan apartemen itu.” kata Park Joo Yong kemudian mengikuti artisnya masuk kedalam lift.
Lelah sekali!!! Pikir Dong Ho. Matanya sudah tak kuat lagi untuk dibuka. Lalu ia mengerjapkan matanya sebelum mendengar dentingan bel tanda pintu terbuka berbunyi.

***


“Jangan lempar tas ku!!!!!! Kau tau berapa harga tas ini??? Aku dapatkan tas ini di acara peluncuran perdananya.” Teriak Dae Han. Ia sama sekali tak habis pikir kenapa nasipnya bisa sesial ini.
“Cepatlah pergi Nona!!!!! Oh, Lee Dong Ho ssi, sudah datang???” kata pegawai apartemen setelah melihat seseorang di belakang Dae Han.
Dae Han menoleh hanya dengan satu sentakan. Siapa laki-laki ini??? Mungkin dia lah orang yang telah merebut apartemennya???.
Laki-laki itu memberi salam kepada si pegawai apartemen dan sedikit tersenyum kepada Dae Han. Apa??? Apa yang dia lakukan??? Setelah merebut apartemennya, dia mau bersikap baik pada Dae Han???
“Apa???” kata Dae Han sambil mendongakkan kepalanya ke laki-laki itu.
“Siapa dia???” tanya Dong Ho kepada manajer dan pegawai apartemen itu.
Joo Yong hanya mengangkat bahunya dan menggeleng pelan. Dan dengan serentak, mata Dong Ho dan Joo Yong langsung tertuju pada pegawai apartemen itu. dialah satu-satunya yang bisa diminta penjelasan.
“Nona ini adalah penyewa apartemen ini sebelum anda. Dan dia tidak mau pergi dari apartemen ini. Padahal, sudah saya ingatkan sejak 1 jam yang lalu.”
Mata Dae Han serasa ingin keluar dari tulang tengkoraknya. Tangannya menahan jantungnya didepan dada, ia merasa bahwa jantungnya pun sudah hampir copot. Kenapa hari ini benar-benar sangat menyakitkan???. “Hey Tuan!!!! Aku baru saja pindah kemari. Aku juga sudah membayar uang sewanya selama 1 tahun kan??? Bahkan seharipun aku belum tidur diranjangnya. Seharusnya kau suruh tuan ini mencari apartemen lain,” kata Dae Han sambil menunjuk laki-laki yang berdiri disebelah manajernya itu.“Negara ini juga punya peraturan!!! Jangan main ambil apartemen orang!!!” teriak Dae Han di depan wajah pegawai apartemen itu.
Tuan yang ditunjuk oleh Dae Han itu punya nama. Namanya adalah Lee Dong Ho, artis papan atas yang baru saja pulang dari Amerika Serikat. Dan saat ia pulang, rumahnya sedang direnovasi. Karena pada saat terakhir kalinya ia berada disana, rumahnya sedang kacau karena di kira tidak punya surat tanah. Ibunya seorang Pengusaha resort Spa di Jeju.
“Siapa gadis ini sebenarnya???” Dong Ho sangat terkejut melihat gadis yang bersikap biasa-biasa saja saat bertemu dengan dirinya. Padahal, 99 % wanita yang bertemu dengannya akan selalu berkomentar ‘Oppa, kau tampan sekali!!!!’, itu minimal bagi wanita yang tidak kenal dengan Dong Ho. Sedangkan untuk penggemarnya, mungkin bisa lebih sedikit anarkis dari penggemar artis lainnya.
“Aku Jin Dae Han!!!! Cepat kembalikan apartemenku!!!!!” kata Dae Han sambilmengulurkan tangannya kedepan wajah Dong Ho.
“Apa??? Ini sudah menjadi milikku.” Kata Dong Ho lalu masuk kedalam apartemen itu dan diikuti oleh Dae Han.
Dong Ho melihat-lihat isi apartemen itu. Cukup bagus. Ada 2 kamar didalamnya, satu dapur dan satu kamar mandi. Ada ruang TV yang sedikit berantakan didalamnya. Bantal yang berserakan dikarpet ruang TV dan beberapa bungkus makanan ringan???? Pasti ulah gadis itu, pikir Dong Ho.
***

Dae Han merebahkan tubuhnya di soffa ruang TV. Ia menatap lekat wajah 2 laki-laki yang duduk didepannya itu. Ia berharap mereka bisa berubah pikiran setelah melihat ekspresi Dae Han, tapi ternyata tidak.
“Sedang apa kau disini??? Pergilah. Ini sudah menjadi apartemen ku.” Kata Dong Ho kemudian menerima sekaleng soju yang diulurkan Joo Yong.
Dae Han menerima juga sekaleng soju yang diulurkan Joo Yong untuknya dan untuk laki-laki yang menyebalkan itu. “Ajjushi, tolong kasihani lah aku. Aku kemari sendirian, aku juga tidak punya sanak saudara ataupun teman disini.” Kata Dae Han dengan wajah tertunduk lesuh.
“Bagaimana bisa seperti itu????” sahut Joo Yong penasaran.
Dae Han mendongakkan kepalanya dan menatap laki-laki yang bertanya padanya itu dengan suara lemah. “Ibu tiriku, dia ingin aku mati. Agar dia bisa menguasai seluruh harta ayahku di Macau. Tapi, seseorang telah menyelamatkanku dan mengasingkan ku disini. Aku memang berasal dari Seoul. Tapi, rumahku yang di Seoul sudah dijual oleh wanita itu.”
“Ibu tirimu???” tanya Joo Yong.
Dae Han mengangguk dan kembali menatap laki-laki itu penuh harapan. “Aku kini sebatang kara.” Desah Dae Han.
“Kau kira ini apa???? Negeri dongeng??? Mana mungkin aku percaya dengan ceritamu. Sama sekali tak masuk akal. Lalu kau menyebut ini apa??? Dongeng Putri Salju???” desah Dong Ho.
Wajah Dae Han semakin pucat pasi. Semangatnya mulai meredup dan suaranya mulai melemah. “Kalau kau tak percaya, baiklah. Aku akan pergi. Aku juga bukan pengemis dan aku masih punya harga diri.” Kata Dae Han lembut kemudian menarik kopernya.
“Hey Nona, kau mau kemana??? Kau akan tidur dimana???” sahut Joo Yong.
“Tidak apa-apa. Aku akan menggelandangpun bukan urusan kalian kan. Kalian memang tak akan bisa mempercayai ceritaku.” Desah Dae Han dengan suara lemah. Ia menarik tas kopernya dengan lemah. Joo Yong terlihat ingin mencegah wanita itu pergi. Tapi, Dong Ho mulai mengomel.
“Hyung, biarkan saja dia pergi!!!Kita tidak tahu apa yang sedang direncanakan dia. Bisa saja dia orang jahat yang sedang menyamar.”

***

Dae Han menarik tas kopernya dan segera pergi dari tempat itu. Tak ada yang bisa dipertahankan. Laki-laki itu benar-benar keras kepala. Jalannya mulai sempoyongan saat hendak masuk kedalam lift. Pikirannya kacau, hatinya galau. Ia tak tau harus kemana lagi setelah ini. Ia menekan tombol lift untuk menuju lantai dasar. Selama itu, ia hanya melamun dan menahan rasa sakit di dadanya. Jantungnya mulai berdetak kencang, tak seperti biasanya.
Ting...
Dentingan lift berbunyi yang menandakan pintu akan terbuka. Menyadarkan Dae Han dari lamunannya. Tiba-tiba ia merasakan kepalanya berat sekali dan susah berjalan. Tepat didepan lift, ia menjatuhkan tasnya dan melepaskan pegangan kopernya begitu saja. Kepalanya benar-benar sakit dan kemudian jatuh pingsan tepat di depan lift.

***

“Baiklah Hyung. Kalau begitu aku yang akan pergi ke supermarket.” Kata Dong Ho seraya memakai jasnya dan mengambil dompet beserta kunci mobilnya.
“Hey, jangan beli yang kadar alkoholnya tinggi.” Seru Joo Yong dengan tangan menggenggam ponsel dan mulai menekan beberapa nomor di ponselnya.
Dong Ho berjalan memasuki lift, lalu memakai kacamata hitam dan sedikit menata rambutnya. Ia tetap seperti itu sebelum mendengar dentingan lift.
Ting...
“Mengagetkan saja.” Desahnya setelah lift berdenting dan membuka pintunya secara perlahan.
Dong Ho tetap berjalan sambil melihat kearah jam tangannya. “eh,” pekiknya. Ia menginjak sesuatu. Mungkin batu? Oh tidak, mungkin tas? Ya, dia menginjak tas gadis yang ditemuinya waktu lalu. Sedang apa gadis ini??? Ia memandangi Dae Han dengan bertanya-tanya. Apakah gadis ini pingsan???. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari seseorang yang mungkin tau sebab gadis ini seperti ini. Sepi, tak ada siapa-siapa disana.
“Nona, sedang apa kau disini??” tanyanya pada gadis itu. namun, Dae Han tetap tak bergeming sedikitpun. Dong Ho mencoba menyentuh tangan gadis itu dan ‘Astaga!!!’. Tangannya dingin sekali.
Dong Ho juga tak sekejam itu kepada wanita. Dia menggendong Dae Han dan membawanya ke apartemennya. Dong Ho melihat ke sekitar, hanya ada seorang yang tak ia kenal yang tengah berdiri memperhatikannya. Percuma saja minta tolong kepada dia.
“Apa yang sebenarnya terjadi??? Apa kau berusaha melukai gadis ini???” tanya Joo Yong begitu melihat artisnya menggendong gadis yang mengaku namanya Jin Dae Han itu.
“Dia pingsan di depan lift. Aku merasa iba kepadanya. Tolong kau rawat dia ya.” Kata Dong Ho kemudian meletakkan Dae Han di tempat tidurnya.
“Aku mau pergi menemui Presdir sekarang. Ada jadwal showmu yang dibatalkan. Kau rawat saja dia sendiri. Baiklah, aku pergi.” Kata Joo Yong lalu memakai sepatu dan pergi dari apartemen itu.
“Hyung!!!!” seru Dong Ho kepada Hyungnya yang akan pergi dari apartemennya itu. Joo Yong menghiraukan seruan Dong Ho dan mendesah pelan.
“Rasakan!!! Suruh siapa kau tak mempedulikan nona itu tadi. Padahal sudah kukatakan kalau Nona itu sepertinya tidak enak badan.”