Sabtu, 07 September 2013

Sistim Pendidikan di Korea Selatan

Bagaimana sih sistem pendidikan di Korea Selatan itu?
Sistem pendidikan di Korea saat ini mirip dengan di Indonesia, yaitu 6 tahun pendidikan dasar, 3 tahun pendidikan menengah awal, 3 tahun menengah atas, baru kemudian pendidikan tinggi. Usia untuk sekolah dasar pun sama dengan di negara kita yaitu dari mulai usia sekitar 6 tahun, dan untuk tingkat pendidikan seterusnya pun tak jauh berbeda.

Jenis SMA di KorSel?
Sekolah menengah atas di korea biasanya dibagi menjadi dua jenis, sekolah umum dan kejuruan. Ada juga beberapa sekolah yang disebut sekolah komprehensif, yaitu sekolah umum dan kejuruan digabung. Sekolah-sekolah khusus pun ada, misalnya sekolah menengah khusus seni, olahraga, ilmu pengetahuan, dll.

Bagaimana kehidupan sekolah di Korea Selatan?
Anak berumur 13 dan 14 tahun bersekolah hingga pukul 5 PM
Anak usia 15 tahun bersekolah hingga pukul 7PM
Anak usia16-18tahun bersekolah dari pukul 7AM – 10PM.

You know that?? Korea terkenal dengan jiwa workaholic nomor wahid di dunia. Hingga pelajar di Korea pun juga nomor satu belajarnya! Menghafal rumus adalah salah satu trait penting di sini menuju sukses ujian nasional (Seu-nung). Mungkin menghafal beberapa rumus sederhana tidak menjadi masalah, namun mereka juga menghafal rumus2 penurunan; kebiasaan ini berlangsung sampai universitas juga.
Hal ini memang NYATA! Dulu gue juga punya temen cowok Korea. Setiap gue kirim wechat atau kakao ke dia, dia pasti balesnya lama. Cepetpun, dan itu dia bener-bener berusaha. Jadi, dia waktu itu bilang kalo dia lagi kerja keras buat belajar masuk ke universitas. Bener-bener gila bok !

Apakah ada bimbel di KorSel?
Kalo kamu pelajar KorSel dan NGGAK IKUT BIMBEL = ANEH!! Para pelajar juga harus mengikuti Hagwon (bimbingan belajar) yang dimulai sepulang sekolah! Mimin tambah syiok nih… Jadi untuk murid SMA harus pulang ke rumah sekitar tengah malam. Ini jadwal bimbel di KorSel:
Image

Hal pertama yang kalian baca pasti waktunya, dan jika kalo kamu kira itu pagi hari (AM), SALAH BESAR.
Those times are during PM, means the last class finished 20 minutes after midnight.
Detail dari waktunya adalah :
Anak berumur 13 dan 14 tahun mulai kelas pada pukul 5:50, mengambil dua kelas 60 menit dan satu 70 menit dan pulang ke rumah jam 9:30. Sesampai di rumah, mereka masih harus mengerjakan PR dari sekolah dan dari bimbel.
Anak usia 15 tahun mulai pada pukul 7:06, mengambil satu kelas 60 menit dan dua 70 menit, selesai pada pukul 10:55 and getting a hell lot of homework to do.
16 year-olds, 17 year-olds, 18 year-olds, now at high school, start at 9:45pm, have two 70 minute classes and finish at 12:20am, then have even more homework to do.
Dan ada kelas Sabtu, dan ini dilakukan walaupun beberapa sekolah memberlakukan setengah hari masuk untuk siswa. So basically there’s no Saturday break. And for education hungry mothers, they will send them to Sunday school as well.
Buat kamu yang nonton Korean Drama Playfull Kiss pasti tau banget dong perjuangan Oh Hani kaya apa buat belajar??

Karena itu adalah DRAMA jadi ceritanya sedikit diberi bumbu penyedap… Oh Hani belajar ditemani pangeran tampan nan cerdas, Baek Seung Jo.. Kalo di kehidupan pelajar aslinya, hilangkan saja tokoh Baek Seung Jo! hahahha
Kemudian di Film Super Junior “Attack on the Pin Up Boys” juga menceritakan tentang pelajar (Kim Ki Bum) yang merasa terbebani akan rutinitas SMA, lalu memberontak dengan cara membuat blog yang mengundang perhatian banyak orang. kekeke~ I like this film :D


Di situ Ki Bum harus belajar hingga larut malam agar ia bisa sukses masuk perguruan tinggi! Ada dialog Ibu Ki Bum yang berkata, “Bertahanlah selama setahun ini…” maksudnya Ki Bum harus bertahan dalam belajar giat di akhir tahun masa SMA-nya supaya dia bisa lulus ujian masuk perguruan tinggi.


Banyak juga teman sekelas Ki Bum termasuk Donghae yang ketiduran di kelas saking capeknya belajar!!


Apa tujuan para pelajar itu belajar sedemikian kerasnya?
Sama seperti di Indonesia, orang tua dan guru di Korea biasanya mendorong anak-anak mereka untuk menjadi seorang dokter atau insinyur dari kecil. Status sosial dan uang biasanya menjadi alasannya. Dorongan tersebut sangat kuat di sini sampai semua orang akan berdecak kagum apabila pacar Anda adalah seorang insinyur/dokter. Hal ini disebabkan oleh dorongan terus menerus dari guru-guru dan masyarakat.
Di Korea hal ini sudah sangat lazim dan terkadang mereka tidak merasa bahwa hal ini adalah sesuatu yang aneh dan seharusnya tidak terjadi. Beberapa orang Korea bahkan mengatakan bahwa memang dia tidak bisa mengikuti impiannya, tapi mungkin seharusnya tidak usah dilakukan sama sekali. Mereka juga akan mendorong anak-anaknya untuk mengambil bidang2 yang berstatus sosial tinggi dan menghasilkan banyak uang.

Membaca paragraf di atas, apakah kalian teringat dengan seseorang??
YAP!!! SUPER JUNIOR CHO KYUHYUN \laki gue/ pernah bercerita tentang hal ini. Ayahnya menentangnya untuk menjadi penyanyi. Jelas saja, semua ayah dan ibu di Korea berharap anaknya menjadi dokter atau insyinyur, apalagi ayah Kyuhyun yang bahkan mengelola sebuah sekolah!


Setiap hari Kyuhyun dipantau ayahnya melalui guru-guru di kelasnya. Ini diceritakan Kyuhyun di acara KBS Anyeonghaseyo with Super Junior. Kyuhyun bahkan dipukul oleh ayahnya karena bercita-cita untuk menjadi penyanyi! Bayangkan kalo waktu itu Kyuhyun nggak ngeyel jadi penyanyi?? Mana ada evil magnae di Super Junior??
Di acara KBS Anyeonghasseyo ini Ryeowook juga bercerita kalau dia pernah mencoba untuk kabur dari rumah karena dipaksa untuk belajar sama ortunya.


Di Korea, akan lebih bangga bila memiliki suami seorang dokter atau insyinyur.. Hal ini benar dan diceritakan juga di beberapa K-Drama seperti Baek Seung Jo di Playful Kiss dan Seo Yunjae di drama BIG sangat dikagumi karena berprofesi sebagai DOKTER!!


*Kriteria calon mantu ideal di KorSel*
- Keluhan dari pelajar Korea
Di KBS Anyeonghaseo with Super Junior, menghadirkan seorang gadis bernama Haerin, pelajar Korea yang merasa ditekan oleh orang tuanya hingga tidak punya waktu untuk bermain. Orang tuanya ingin Haerin sukses dengan menyuruhnya belajar non stop! Hingga Haerin mengalami mimisan bahkan mimisan di kedua lubang hidung dan kebotakan di usianya yang masih muda!!
Banyak juga kasus depresi yang lebih parah hingga menyebabkan angka bunuh diri meningkat drastis ketika akan tiba Ujian Nasional (Su-neung)
Penilaian dalam memasuki universitas ialah kombinasi dari pencapaian selama masa SMA digabungkan dengan nilai ketika tes skolastik secara nasional (Su-Neung), agak berbeda dengan negara kita yang menilai hanya dari hasil SNMPTN saja.
Rapor ketika SMA menyumbang 40% dalam penentuan kelulusan. Akan tetapi, karena ujian di sekolah juga sama pentingnya dengan ujian untuk memasuki universitas, maka pelajar di sana tidak memiliki waktu untuk bersantai. Menurut statistik, pelajar di Korea harus menghafal 60 hingga 100 halaman setiap kali tes untuk bisa mendapat nilai bagus.
Tes untuk masuk universitas sangatlah penting karena menentukan masa depan siswa tersebut. Saking pentingnya, ketika masa-masa mendekati ujian perkantoran buka jam 10 pagi untuk mengakomodasi para orang tua yang menemani anaknya belajar hingga malam. Pada sore harinya, tempat-tempat rekreasi seperti klub tenis juga tutup lebih awal agar siswa dapat belajar di sore harinya.
Pada hari ujian, polisi-polisi tak segan untuk membantu mengantar pelajar yang terlambat untuk mengikuti ujian dan adik-adik kelas sengaja datang untuk mendukung dan memberi semangat kakak-kakak kelas mereka yang ikut ujian.
Polisi memberi tumpangan pada siswa yang terlambat mengikuti ujian
Seorang ayah memeluk putrinya yang ikut ujian
Berdoa untuk anak-anak mereka yang ujian
Memberi semangat pada kakak kelas mereka yang ikut ujian


- Apakah semua orang tua di Korea seperti itu?
Mayoritas orang tua di Korea seperti itu. Lalu bagaimana dengan yang minoritas??
Mereka yang tidak tahan melihat anak-anaknya ditekan oleh sistem pengajaran di sekolah, akan mengirim istri dan anaknya ke luar negeri dan sang suami akan tetap di Korea untuk bekerja mencari uang. Untuk beberapa orang yang kaya, akan pindah kerja ke luar negeri untuk menyekolahkan anaknya.
Mereka biasanya memilih Amerika karena memiliki sistem pendidikan yang membebaskan anak bersekolah sesuai bakat mereka.
Jumlah siswa praperguruan tinggi dari Korea Selatan yang belajar di luar negeri telah naik jadi lebih dari 18.600 pada 2011 dari 4.300 pada 2000, demikian keterangan dari Lembaga Pengembangan Pendidikan Korea, suatu badan pemerintah.
Sumber : http://sjforindonesia.wordpress.com/2012/08/29/sistem-pendidikan-korea-selatan-ternyata-horor/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar